Perang Besar

Nabi bersabda: “Kita telah kembali dari perang kecil ke perang besar”
Yang dimaksudkan dengan perang besar adalah perang melawan hawa nafsu.

Sabda Nabi kepada sebahagian sahabatnya: “Musuhmu yang paling utama adalah nafsumu yang berada di antara kedua dadamu”

Fadhlah Bin Ubaid R.A meriwayatkan bahawa Nabi SAW bersabda: “Mujahid (orang yang berjuang dijalan Allah) yang sebenarnya adalah orang yang berperang melawan hawa nafsunya sendiri. (HR Tirmidzi)

Hamba-Hamba Allah yang menegakkan Agama Allah

Imam Sayyidina Ali Bin Abi Thalib berkata kepada Kumail An Nakha’i: “Bumi ini tidak akan kosong dari hamba-hamba Allah yang menegakkan agama Allah dengan penuh keberanian dan keikhlasan, sehingga agama Allah tidak akan punah dari peredarannya. Akan tetapi, berapakah jumlah mereka dan dimanakah mereka berada? Kiranya hanya Allah yang mengetahui tentang mereka. Demi Allah, jumlah mereka tidak banyak, tetapi nilai mereka di sisi Allah sangat mulia. Dengan mereka, Allah menjaga agamaNya dan syariatNya, sampai dapat diterima oleh orang-orang seperti mereka. Mereka menyebarkan ilmu dan ruh keyakinan. Mereka tidak suka kemewahan, mereka senang dengan kesederhanaan. Meskipun tubuh mereka berada di dunia, tetapi rohaninya membumbung ke alam malakut. Mereka adalah khalifah-khalifah Allah di muka bumi dan para da’i kepada agamaNya yang lurus. Sungguh, betapa rindunya aku kepada mereka” (Nahjul Balaghah hal 595 dan Al Hilya jilid 1 hal. 80)

Muqaddimah { Awal Penciptaan Makhluk }

Ketahuilah, semoga engkau diberi taufiq kepada segala yang dicintai dan diredhai Allah. Makhluk yang pertama yang diciptakan Allah adalah Ruh Muhammad ﷺ. Ia diciptakan daripada cahaya ‘Jamal’ Allah. Sebagaimana firman Allah didalam Hadis Qudsi: “Aku ciptakan ruh Muhammad dari cahaya Zat-Ku”
Nabi ﷺ bersabda:
“Yang pertama diciptakan oleh Allah ialah ruhku. Dan yang pertama diciptakan oleh Allah ialah cahayaku. Dan yang pertama diciptakan oleh Allah ialah qalam. Dan yang pertama diciptakan oleh Allah ialah aqal”.
Hakikat Muhammad disebut ‘nur’,kerana bersih dari segala kegelapan yang menghalangi untuk dekat kepada Allah sebagai mana firman Allah: “Telah datang kepadamu cahaya dan kitab penerang dari Allah”. Hakikat Muhamad disebut juga akal, kerana ia yang menemukan segala sesuatu. Hakikat Muhammad disebit qalam. kerana ia yang menjadi sebab perpindahan ilmu (seperti halnya mata pena sebagai pengalih ilmu didalam huruf pengetahuan yang tertulis). Ruh Muhammad adalah ruh yang termurni sebagai makhluk pertama dan asal seluruh makhluk, sesuai dangan sabda Rasul ﷺ: “Aku dari Allah dan orang-orang mukmin dari aku”. Continue reading “Muqaddimah { Awal Penciptaan Makhluk }”

Kalimah

Diriwayatkan dari Abu Bakar R.A. bahawa Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa menerima dariku salah satu kalimah yang pernah aku sampaikan kepada pamanku (Abu Thalib) pada saat menjelang ajalnya yang ia menolaknya, maka Kalimah itu (akan menjadi sebab) keselamatan baginya.“ (Hr. Ahmad dalam Musnadnya 1/6).

Ucap Laa Ilaha IllAllah

Diriwayatkan dari Abu Hurairah R.A. bahawa Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidaklah seorang hamba yang mengucapkan La Ilaha IllAllah dengan Ikhlas, melainkan untuknya dibukakan pintu-pintu langit sehingga kalimah itu samopai ke Arsy Illahi, selama ia meninggalkan dosa-dosa besar” (Hr. Tirmidzi. Dikatakan hadis ini hasan gharib.)

Perbanyakkanlah Persaksian

Diriwayatkan dari Abu Hurairah R.A. bahawa Rasulullah ﷺ bersabda, “Perbanyaklah persaksian atas ‘La Ilaha IllAllah’, sebelum terhalang antara kamu dan ia (yakni kematian dan sakit). (Abu Ya’l: Targhib)

Zikir yang paling Afdhal

Diriwayatkan dari Jabir Bin Abdullah R.A. bahwa ia mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, “Zikir yang paling afdhal adalah ‘La Ilaha IllAllah’ dan doa yang terbaik adalah Alhamdu Lillah.” (HR Thirmidzi).

Perbaharui Iman

Diriwayatkan dari Abu hurairah R.A. bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Perbaharuilah iman kalian” beliau ditanya, “Ya Rasulullah, bagaimana kami memperbaharui iman kami” Beliau bersabda, “Perbanyaklah mengucapkan ‘La Ilaha IllAllah’.” (HR Ahmad dan Thabrani).

Iman yang terTinggi

Rukun Iman yang pertama ialah BerIman kepada Allah. BerImanlah kepada Allah dengan Iman yang paling Tinggi iaitu dengan Kalimah La Ilaha IlAllah seperti hadis berikut:

Diriwayatkan Dari Abu Hurairah R.A bahawa Rasulullah ﷺ bersabda:

“Iman itu memiliki 70 cabang lebih dan yang paling tinggi adalah kalimah “Laa Ilaha IllAllah” (Tiada ILAH selain ALLAH), dan yang paling rendah adalah membuang duri dari jalan, dan malu adalah salah satu cabang iman”

(Hr, Muslim).